SAVE OUR EARTH

welcome

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Di Balik Intel Core i5 661


Informasi tentang prosesor mereka dengan fabrikasi 32 nm sudah beredar beberapa bulan silam. Kini Intel sudah mulai memasarkan prosesor dengan proses fabrikasi 32 nm tersebut.
Core i5 661
Walaupun masih mengenakan nama Core i5, Core i5 661 (kode nama Clarkdale) sebenarnya memiliki perbedaan yang tidak terlalu banyak dengan Core i5 terdahulu yang menggunakan nama sandi (code name) Lynnfield. Perbedaan yang paling terlihat adalah Core i5 661 merupakan sebuah prosesor dual-core sedangkan Core i5 750 merupakan prosesor yang memiliki empat inti (quad-core sebagaimana prosesor lainnya yang tergabung dalam jajaran prosesor bernamasandi Clarkdale). Selain itu, inilah prosesor pertama yang berhasil mengintegrasikan pengolah grafis ke dalam “rumah” prosesornya. Selebihnya adalah sama karena baik Lynnfield maupun Clarkdale masih dibangun di atas arsitektur Nehalem.
Seperti yang terlihat pada tampilan fisik prosesor baru ini, di balik IHS-nya terdapat dua buah inti, yang satu adalah inti prosesor, sementara satunya lagi adalah inti dari pengolah grafisnya.


Keistimewaan
Ya, inilah keistimewaan prosesor 32 nm terbaru dari Intel, lengkapnya simak tabel berikut ini:
Model
Kecepatan
Cores/ Threads
Turbo Boost
L3 Cache
Dukungan Memori (DDR3)
Kecepatan Pengolah Grafis Terintegrasi
TDP
Core i5-670
3,46 GHz
2/4
3,73 GHz
4 MB
1333 MHz
733 MHz
73 W
Core i5-661
3,33 GHz
2/4
3,60 GHz
4 MB
1333 MHz
900 MHz
87 W
Core i5-660
3,33 GHz
2/4
3,60 GHz
4 MB
1333 MHz
733 MHz
73 W
Core i5-650
3,20 GHz
2/4
3.46 GHz
4 MB
1333 MHz
733 MHz
73 W
Core i3-540
3,06 GHz
2/4
-
4 MB
1333 MHz
733 MHz
73 W
Core i3-530
2,93 GHz
2/4
-
4 MB
1333 MHz
733 MHz
73 W
Pentium G6950
2,80 GHz
2/2
-
3 MB
1066 MHz
533 MHz
73 W
Dengan diletakkannya pengolah grafis di dalam prosesor, secara tidak langsung jumlah inti prosesor akan berkurang karena ditempati oleh inti pengolah grafis tersebut. Namun untuk tetap memiliki kinerja yang dapat diandalkan, Intel membekali jajaran Clarkdale ini dengan kemampuan Hyper-Threading dan Turbo Boost (kecuali untuk Clarkdale “junior” seperti Core i3/tanpa Turbo Boost dan Pentium G6950 yang juga memiliki L3 Cache paling kecil).
Core i5 661 yang kami uji di sini memiliki keistimewaan tersendiri. Jika Anda perhatikan tabel, Core i5 661 memiliki kecepatan pengolah grafis tercepat dibandingkan saudaranya. Hal tersebut juga berdampak pada TDP-nya yang juga lebih tinggi di antara prosesor Clarkdale lainnya.
Pengolah grafisnya sendiri adalah sebuah Intel GMA dengan dukungan DX10 yang secara spesifikasi mirip dengan GMA X4500 yang terintegrasi di chipset Intel G41.

Perbandingan Kinerja Core i5 661 dengan Core i5 750 serta Grafis Core i5 661 dengan Intel G41
Pada pengujian, InfoKomputer menggunakan sistem dengan spesifikasi berikut:
Prosesor
Core i5 i5-750 (2,67 GHz)

Core i5 i5-661 (3,33 GHz)

Core 2 Duo E7300 (3,33 GHz)
HSF
Intel box standard cooling
Motherboard
MSI P55-GD80
Intel DH55TC
ASRock G41M-S
Memori
Kingston DDR3-1066 1GB (SPD) x 2
Kingston DDR2-800 1GB (SPD) x 2
VGA
Asus Radeon HD 4870 512MB
Intel Integrated Graphics Media Accelerator
Harddisk
Seagate 7200.11 320GB SATA
Optic drive
LiteOn SOHD-16P9S DVD-ROM 16x
PSU
SilverStone OP700
     
Di sini kami melakukan dua macam uji. Yang pertama adalah pengujian kinerja murni prosessor yakni Core i5 661 vs Core i5 750. Yang kedua adalah kinerja grafis terintegrasi antara Core i5 661 vs Intel G41.
Sebagai sistem operasi, kami gunakan Windows Vista Ultimate SP2. Ada pun aplikasi uji kami adalah:
- PCMark Vantage Pro 1.0.1.0
- Sisoft Sandra 2009 SP4
- Expression Encoder 3 3.0.1332.0 (video encoding)
- dBpoweramp 13.3 (audio encoding)
- Sysmark 2007 Preview 1.05 (image rendering)
- Cinebench R10 (3D content creation)
- 3DMark Vantage Pro 1.0.1 (performance preset)
- Stalker : Clear Sky Benchmark (3D gaming)
PCMark Vantage Pro 1.0.1.0
Deskripsi: PCMark Vantage sebagian besar menggunakan aplikasi-aplikasi bawaan Windows Vista. Software ini dibagi atas 3 suite: PCMark Suite, Windows Vista Consumer Scenario Suites, dan HDD Suite. Yang digunakan dalam uji ini adalah PCMark Suite yang mewakili sistem secara keseluruhan.
Hasil: Meskipun Core i5 661 memiliki kecepatan yang lebih tinggi, sepertinya Core i5 750 masih diuntungkan dengan banyaknya inti prosesor yang dimilikinya.
Core i5 750
5069
Core i5 661
4619

Sisoft Sandra 2009 SP4
Deskripsi: SiSoftware Sandra 2009 merupakan penganalisa sistem berbasis Windows. Proses benchmark kami lakukan untuk uji CPU dari sisi arithmatic dan multimedia. Pada modul Benchmarks juga terdapat pilihan bernama Memory Bandwidth. Bila dijalankan, Memory Bandwidth ini akan mengukur bandwidth memori utama sistem. Pengujian ini dibagi menjadi 2, Integer dan Float. Sebagai catatan, ini merupakan pengujian sintetis (tidak menggunakan aplikasi nyata), sehingga belum tentu hasilnya sejalan dengan aplikasi nyata..
Hasil: Sama seperti pada PCMark Vantage, i5 750 masih unggul atas i5 661 pada beberapa pengujian teoritis oleh SiSoft Sandra.

Core i5 750
Core i5 661
Dhrystone iSSE4.2
59,83 GIPS
41,65 GIPS
Whetstone iSSE3
34,29 GFLOPS
35,49 GFLOPS
Multimedia Int x8 iSSE4.1
95,57 Mpixel/s
73,32 Mpixel/s
Multimedia Float x4 iSSE2
59,48 Mpixel/s
56,69 Mpixel/s
Multimedia Double x2 iSSE2
30,33 Mpixel/s
31,29 Mpixel/s
RAM Int Buffered iSSE2
12,59 GB/s
10,55 GB/s
RAM Float Buffered iSSE2
12,55 GB/s
10,54 GB/s

Expression Encoder 3 3.0.1332.0
Deskripsi: Dengan bantuan software ini, kami mengkonversi sebuah file video dengan ekstensi avi menjadi ekstensi wmv.
Hasil: Pada uji encoding video, Core i5 750 masih diuntungkan dengan empat inti yang dimilikinya. Perbedaan kinerjanya cukup jauh.
Core i5 750
419 detik
Core i5 661
508 detik

dbPowerAmp 13.3
Deskripsi: Mengukur kinerja prosesor dalam melakukan konversi audio
Hasil: Untuk pertama kalinya, di sini Core i5 661 unggul atas Core i5 750. Tampaknya, program konversi ini lebih mementingkan kecepatan dibandingkan jumlah inti prosesor.
Core i5 750
101 detik
Core i5 661
81 detik

Sysmark 2007 Preview 1.05
Deskripsi: Software uji yang bertujuan mengukur kinerja sebuah sistem secara keseluruhan. Pengujian dilaksanakan menggunakan aplikasi-aplikasi nyata dan populer beserta model penggunaan yang dinilai mewakili sebagian besar pengguna. Aplikasi yang digunakan antara lain Windows Media Encoder 9, Photoshop CS2, Word 2003, dan 3DS Max 8.0. SYSmark 20 07 Preview dibagi atas 4 skenario penggunaan yakni: E-Learning, Video Creation, Office Productivity, dan 3D Modeling. Masing-masing menunjukkan kinerja sistem pada skenario penggunaan bersangkutan. Sementara hasil Rating SYSmark 2007 Preview menunjukkan kinerja sistem secara keseluruhan.
Hasil: terlihat bahwa Core i5 661 unggul atas Core i5 750 pada beberapa tes dan pada akhirnya keluar sebagai prosesor yang lebih cepat pada uji Sysmark 2007 ini. Lagi-lagi, sepertinya kecepatan i5 661 banyak membantu dalam aplikasi yang belum benar-benar mampu memanfaatkan multi-core.

Core i5 750
Core i5 661
E-Learning
179
195
VideoCreation
205
187
Productivity
118
120
3D
184
200
Rating
168
172

Cinebench R10
Deskripsi: Software ini didasarkan pada Cinema 4D – software animasi yang banyak digunakan pada studio dan rumah produksi dalam pembuatan content 3D. Cinebench R10 menguji kinerja sistem dalam me-render konten 3D. Pengujian yang digunakan dikhususkan pada rendering menggunakan prosesor multi-core .
Hasil: Seperti dugaan, jika aplikasi mampu menggunakan kemampuan multi-core secara optimal, i5 750 dengan empat intinya maju di depan meninggalkan i5 661.
Core i5 750
10708 CB-CPU
Core i5 661
8679 CB-CPU

3DMark Vantage Pro 1.0.1 (performance preset)
Deskripsi: Bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sebuah sistem DirectX 10 dalam menjalankan game 3D. 3DMark memang tidak menggunakan aplikasi nyata (game 3D sebenarnya). Namun tool ini memiliki sejumlah prinsip yang membantunya memenuhi tujuannya tersebut. Di sini grafis terintegrasi milik Core i5 661 diuji dan dibandingkan dengan solusi grafis terintegrasi yang ada di chipset.
Hasil: Nilai yang diperoleh cukup jauh selisihnya, kami menduga hal ini disebabkan pada sistem yang digunakan (prosesor dan memori) berpengaruh pada hasil keseluruhannya.
Core i5 661
P473
Core 2 Duo E7300+G41
P71

Stalker : Clear Sky Benchmark
Deskripsi: Uji kinerja 3D Gaming yang dikeluarkan resmi oleh pengembang game ini. Tool benchmark ini sudah mendukung DX10 secara penuh.
Hasil: Di sinilah terlihat perbedaan kinerja yang cukup nyata antara kedua pengolah grafis terintegrasi. Berbekal kecepatan yang lebih tinggi, Intel GMA pada Core i5 661 mengungguli kartu grafis yang terdapat pada G41.
Core i5 661
5,77fps
Core 2 Duo E7300+G41
2,29fps



Kesimpulan
Dari hasil uji, prosesor Core i5 661 memiliki kinerja yang cukup kompetitif dibandingkan dengan Core i5 750. Dengan clock speed yang tinggi serta kemampuan Hyper-Threading, dampak dari hilangnya 50% jumlah inti tidak terlalu besar. Kemampuan pengolah grafisnya memang belum bisa diandalkan untuk gaming serius (walaupun kecepatannya cukup tinggi), tetapi lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari. Solusi pengolah grafis terintegrasi ini juga merupakan nilai tambah yang menarik karena kini dengan jajaran Clarkdale, solusi all-in-one computing dapat terwujud menjadi lebih ringkas.